
Dalam hitungan beberapa jam lagi, pergantian tahun 2025 ke tahun 2026 akan terjadi. Semua pihak dimanapun berada dan apapun profesinya tentu sangat berharap agar pada tahun 2026 akan membawa harapan baru. Hal serupa juga yang diharapkan oleh IADO. Setelah tahun 2025 berhasil dilewati dengan kondisi yang sangat berat, sangat memprihatinkan dan susah payah serta beruntung dapat terhindar dari ancaman sanksi WADA yang hampir saja terjadi sejak akhir bulan Agustus 2025, kini saatnya IADO untuk menatap dengan pandangan tetap optimis di tahun 2026, terutama setelah hadirnya Erick Thohir sebagai Menpora sejak pertengahan bulan September 2025, yang dalam istilah persepakbolaan lebih dikenal dengan istilah “injure time.” IADO yang baru memperoleh APBN pada bulan September 2025 dengan jumlah yang sangat terbatas, dan gaji seluruh pegawai IADO yang baru diperoleh sejak bulan Oktober 2025 (tanpa dapat ditarik mundur, karena adanya Peraturan Menpora No. 14 Tahun 2024), akhirnya dapat bernafas lega.
IADO sangat berharap agar kejadian yang pernah terjadi di tahun 2025 (yaitu terbatasnya anggaran) tidak terjadi lagi. Terlalu berat taruhan resikonya, karena bila hal tersebut terjadi kembali di tahun 2026 dan atau dengan penggelontoran anggaran yang sangat terlambat, akan sangat sulit bagi IADO dan Pemerintah Indonesia untuk menghindar dari kemungkinan sanksi WADA kembali, suatu sanksi yang tentu saja sangat tidak kita inginkan. Di tahun 2026 di antaranya akan berlangsung Asian Games 2026 dan juga Asian Para Games di Nagoya Jepang pada bulan September dan Oktober 2026. Itu belum terhitung dengan sejumlah event olahraga internasional lainnya yang dipertandingankan di sepanjang tahun 2026. IADO bermaksud menunjukkan, bahwa tugas IADO tidak semata-mata melakukan pengambilan sampel saja. Tugasnya jauh lebih banyak dari sekedar pengambilan sampel (meskipun itu yang paling pokok), karena ada edukasi, intelijen, proses penanganan atlet yang terindikasi doping, dan satu lagi ketaatan seluruh kegiatannya sesuai yang diatur dalam World Anti-Doping Code.
Paling tidak di era kepemimpinan Erick Thohir sebagai Menpora, Indonesia tidak terganggu oleh drama-drama ancaman sanksi WADA. Rangkaian drama ancaman sanksi hanya akan mencederai rencana besar Pemerintah Indonesia untuk menggelar sejumlah perhelatan olahraga internasional, karena di antaranya pengibaran Bendera Merah Putih tentu akan terganggu akibat sanksi. WADA. IADO sejauh ini sudah membuktikan, bahwa di tahun 2025 yang serba sangat sulit itu, IADO masih dapat berusaha keras dengan segala keterbatasannya untuk mengamankan tetap berkibarnya Bendera Merah Putih. Jika IADO tidak ada komitmen dan tidak ada tanggung jawab kebangsaannya, mungkin sudah mudah nyerah di awal-awal dan pertengahan tahun 2025. Alhamdulillah kondisi buruk itu sudah terlewati. Insya Allah tahun 2026 akan menjadi lebih baik
Jakarta, 31 Desember 2025
Ketua Umum IADO,
Gatot S. Dewa Broto