Peningkatan Pemahaman Anti-Doping Bagi Para Mahasiswa Ilmu Kedokteran Olahraga

Persiapan untuk pemberian materi perkuliahan anti-doping bagi mahasiswa program kedokteran olahraga Universitas Atmajaya. Sumber: Univ Atmajaya.

Jakarta, 12 Januari 2026

Setelah sukses dengan pelaksanan pemberian materi anti-doping kepada 10 mahasiswa baru Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga UI di kantor IADO pada tanggal 9 Desember 2025, maka dalam waktu dekat ini akan berlangsung juga pemberian materi anti-doping kepada para mahasiswa baru Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga (PSIKO) Universitas Atmajaya Jakarta. Pemberian materi bagi mahasiswa Universitas Atmajaya ini merupakan tindak lanjut dari adanya penanda-tanganan MoU antara Rektor Universitas Atmajaya dengan Ketua Umum IADO pada tanggal 30 Juni 2025 di kantor Rektor Universitas Atmajaya Jakarta.

Dalam persiapan rencana pemberian materi tersebut itu, pada tanggal 12 Januari 2026 telah berlangsung pertemuan teknis yang membahas mekanisme dan prosedur dalam pemberian materi yang direncanakan tersebut dan dihadiri lengkap oleh pimpinan IADO dan dr. Arie Sutopo selaku perwakilan tenaga pengajar PSIKO Universitas Atmajaya yang juga kebetulan merupakan Ketua Komite TUE IADO. Berbeda dengan lingkup materi telah yang diberikan kepada para mahasiswa PSIKO Universitas Indonesia pada bulan sebelumnya, maka pada pemberian materi anti-doping pada para mahasiswa PSIKO Universitas Atmajaya akan lebih lengkap, karena memang dirancang untuk membekali sepenuhnya para mahasiswa dengan pemahaman anti-doping secara lebih terperinci. Sedangkan untuk mahasiswa PSIKO UI pun untuk jangka panjangnya nanti juga akan lebih terperinci pendalamannya.

IADO pada dasarnya sangat mengapresiasi inisiatif baik UI maupun Universitas Atmajaya Jakarta dengan menjalin kerjasama bersama IADO untuk memberikan pembekalan anti-doping tersebut. Hal itu penting, yaitu dengan tujuan agar para mahasiswa PSIKO memiliki pemahaman yang utuh tentang peraturan anti-doping, mengingat mereka itu nantinya cukup banyak yang akan terlibat aktif di sejumlah cabang olahraga. Pengalaman selama ini menunjukkan, bahwa pada setiap event olahraga nasional maupun internasional selalu sebelumnya dibuka kemungkinan bagi para dokter atlet untuk mengajukan permohonan TUE bagi atletnya. Yang menjadi masalah adalah tidak seluruh dokter pendamping atlet memiliki pengetahuan cukup tentang TUE dan itu wajar karena kesibukan mereka tidak semata-mata terkait masalah TUE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top