Webinar Tentang Pemahaman Mahasiswa dalam Menelaah Suplemen, Makanan, Minuman, dan Doping terhadap Kinerja Atlet

Webinar tentang edukasi anti-doping untuk para mahasiswa Universitas Samudra – Aceh. Sumber: IADO.

Jakarta, 6 April 2026

IADO bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra Kota Langsa Aceh pada taggal 6 April 2026 telah menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa dalam Menelaah Suplemen, Makanan, Minuman, dan Doping terhadap Kinerja Atlet. Kegiatan ini diselenggarakan dihadiri oleh 100 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani sebagai peserta. IADO menugaskan Presenter Edukasi (PRESI) Dr. Suandi Selian, S.Pd., M.Pd. dan Kurnia Mar’atus Solichah, S.Gz., M.Gz., Dietisien sebagai narasumber untuk kegiatan tersebut.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani Dr. Andi Nova, S.Pd., M.Pd. Sambutan dari IADO diwakili oleh Natasha Marcellina, S.Pd., MA. dan kegiatan webinar dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra Dr. Hendra Saputra, S.Pd., M.Pd. Sesi pertama webinar mengupas terkait dunia anti-doping dan pengenalan Anti-Doping Rules Violation (ADRV). Sesi kedua membahas terkait penggunaan suplemen dan doping serta hubungannya pada kinerja fisik atlet.

Kegiatan Webinar ini di tutup dengan sesi tanya jawab dari para peserta kepada kedua narasumber yang sangat antusias menyampaikan beberapa pertanyaan di antaranya yang paling pertama ditanyakan oleh peserta atas nama Oktavia Limban gaol mahasiswa program studi pendidikan jasmani angkatan tahun 2023 adalah Konsekuensi doping pada finansial yaitu kalau suplemen mahal dan teknologi canggih hanya dibeli oleh atlet yang kaya saja untuk jadi juara, bukankah itu sebenarnya doping legal? Dimana letak keadilannya bagi atlet berbakat yang tidak punya uang?

Sesi tanya jawab ini ditutup kembali dengan pertanyaan yang menarik pula walaupun waktu webinar telah selesai narasumber tetap memberikan kesempatan untuk bertanya hal ini dimanfaatkan dengan baik kembali oleh salah satu mahasiswa angkatan 2022 atas nama Hidayatullah pertanyaannya seputar massa otot seorang atlet, mengenai konsep Myonuclear Domain, apakah benar bahwa ketika otot membesar akibat anabolik, jumlah inti sel tersebut tidak akan pernah hilang meskipun pemakaian dihentikan dan otot menyusut kembali? Disambung kembali kalau begitu, apakah ini berarti atlet tersebut memiliki aset biologis permanen selamanya, sehingga di masa depan, atlet tersebut bisa membentuk otot kembali jauh lebih cepat daripada orang yang tidak pernah doping, meskipun hasil tesnya sudah bersih total?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top