
Jakarta, 6 April 2026
IADO pada tanggal 6 April 2026 telah mengikuti webinar internasional secara virtual yang bertajuk bertajuk Therapeutic Use Exemptions (TUE) and 2027 ISTUE Updates yang diselenggarakan oleh Olympic Council of Asia bekerja sama dengan WADA. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga medis dan pengelola anti-doping menjelang berbagai ajang olahraga internasional di kawasan Asia. Webinar tersebut dihadiri oleh perwakilan IADO dari berbagai bidang, meliputi Komite Therapeutic Use Exemption (TUE) IADO, tenaga medis olahraga, serta tim presenter edukasi IADO. Mereka itu adalah yang dari Komite TUE: dr. Arie Sutopo, Sp.KO (Ketua Komite TUE IADO), dr. Mayorita Ponggawa, Sp.PD (Anggota Komite TUE IADO), dr. Astri Indah, Sp.P (Anggota Komite TUE IADO) dan Weliza Agustina (Admin TUE IADO). Yang dari Presenter Edukasi IADO: dr. Ferdinandus Adri Pradhana, Sp.KO, dan dr. Merryana Saputri, Sp.KO. Sedangkan yang dari Medical Indonesia: dr. Grace Tumbelaka, Sp.KO dan dr. Wahyuni Homan, Sp.KO (NOC Indonesia).
Dalam webinar ini, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif terkait prosedur TUE, pembaruan pada International Standard for Therapeutic Use Exemptions (ISTUE) tahun 2027, serta praktik terbaik dalam pengajuan dan evaluasi TUE. Selain itu, dibahas pula tantangan yang sering dihadapi dalam proses TUE serta peran penting tenaga medis dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi anti-doping internasional. Lebih lanjut disampaikan bahwa kolaborasi dengan organisasi internasional seperti WADA dan OCA menjadi kunci dalam memperkuat implementasi standar global di tingkat nasional. Partisipasi IADO dalam kegiatan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung implementasi standar anti-doping global serta meningkatkan kualitas layanan kepada atlet, khususnya dalam aspek penggunaan obat untuk kepentingan medis yang tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan itu, diharapkan seluruh pemangku kepentingan semakin siap menghadapi dinamika regulasi terbaru dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan olahraga yang bersih, adil, dan bebas dari doping.