
Yogyakarta, 13 April 2026
Pada tanggal 13 April 2026 telah diselenggarakan kegiatan edukasi anti-doping pada mahasiswa Program Studi Gizi FKKM (Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat) UGM dengan topik “Doping Makanan dan Pengawasan dalam Olahraga”. IADO mengirimkan Presenter Edukasi (PRESI) Kurnia Mar’atus Solichah, S.Gz., M.Gz., Dietisien pada kegiatan tersebut. Edukasi berlangsung secara kampus UGM di Yogyakarta dan dihadiri oleh 40 mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Gizi Olahraga Lanjut.
Sesi edukasi dibuka dengan penyampaian materi terkait informasi anti-doping secara umum dan dilanjutkan dengan diskusi keterkaitan gizi dengan kemungkinan keberadaan zat terlarang dalam Prohibited List. Disampaiakan oleh PRESI yang bertugas, bahwa kontaminasi keberadaan zat terlarang dapat masuk pada tubuh atlet melalui konsumsi suplemen maupun konsumsi bahan makanan. Terdapat beberapa tips yang disampaikan yang menjadi pertimbangan ahli gizi saat memberikan rekomendasi suplemen, seperti memperhatikan komposisi produk, memastikan legalitas suplemen, hingga memastikan bahwa atlet memang membutuhkan suplemen tersebut untuk menunjang kesehatannya. Kontaminasi melalui bahan makanan dapat terjadi terutama pada jenis makanan yang berasal dari hewan ternak. Penggunaan hormon pertumbuhan pada hewan ternak seperti steroid dapat menjadi resiko kontaminasi.
Sesi kuliah tamu berjalan secara interaktif, beberapa pertanyaan yang masuk terkait bagaimana penggunaan doping untuk health enthusiast yang juga aktif berolahraga? Selain itu konsekuensi penggunaan doping yang muncul ketika beberapa bulan setelah kompetisi diumumkan hasil dari tes doping. Diharapakan mahasiswa gizi sebagai calon athlete supporting personnel memahami perannya sebagai upaya pencegahan pelanggaran aturan anti-doping.