Sosialisasi TUE Untuk Tenaga Medis Profesional

Foto bersama para peserta sosialisasi TUE usai kegiatan pemberan materi. Sumber: IADO.

Jakarta, 14 April 2026

IADO pada tanggal 14 April 2026 di kantor IADO telah mengadakan sosialisasi TUE (Therapeutic Use Exemption / Pengecualian Penggunaan Terapi) bagi para Tenaga Medis Profesional. Adapun tujuan kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kapasitas para ASP (Athlete Support Personnel) khususnya di kalangan Tenaga Medis Profesional mengenai anti-doping dan khususnya terkait dengan up dating pelaksanaan penerapan Standar Internasional for TUE (ISTUE). Hal ini penting mengingat Standar Internasional (sebagamana SI yang lain-lain dalam lingkup WADA) wajib diterapkan sebagai bagian dari Program Anti-Doping Dunia. Tujuan ISTUE adalah untuk menetapkan kondisi yang harus dipenuhi agar Pengecualian Penggunaan Terapi (TUE) dapat diberikan, yang mengizinkan atlet untuk menggunakan Zat Terlarang berdasarkan ISTUE versi 2023 sebagai pengganti versi 2021.

Para Tenaga Medis Profesional yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah:

  1. dr. Wahyuni Ristiyana Homan, Sp.KO.
  2. dr. Grace Tumbelaka, Sp.KO.
  3. dr. Levina Azarine T, Sp.KO.
  4. dr. Fauzan Nanggagita, Sp.Ko.
  5. dr. Hans Christian Oeyono.
  6. dr. Monica Suryanto, Sp.KO.
  7. dr. Marco Ariono Nainggolan, Sp.KO.
  8. dr. Dicky Mohammad Sofwan, Sp.KO.
  9. dr. Nawato Agung, Sp.KO.
  10. dr. Adrian Purwadihardja, Sp.KO.

Adapun para nara sumbernya adalah: dr. Arie Sutopo, Sp.KO (Ketua Komite TUE IADO / yang memberikan materi mengenai regulasi IS-TUE dan pelaksanaan TUE), dr. Hario Tilarso, Sp.KO (anggota Komite RM IADO / mengenai Prohibited List), dr. Astri Indah Prameswari, Sp.PKR, FISR (anggota Komite TUE IADO / mengenai pemakaian Glucocortiroid dan Penyakit Saluran Pernafasan) serta dr. Mayorita Ponggawa, Sp.PD (anggota Komite TUE IADO / mengenai TUE Medical Guidelines).

Sesungguhnya sosialisasi TUE seperti itu bukan yang pertama kali, karena sebelumnya sudah berulang kali dilakukan IADO namun dengan segmentasi peserta yang berbeda. Pada bulan November 2023 pernah dilakukan oleh IADO untuk sebagian besar tenaga medis KONIDA dari seluruh Indonesia, kemudian menjelang PON dan PEPARNAS 20024 dilakukan lagi menjelang PON dan PEPARNAS. Namun demikian, sayangnya pada saat IADO pengambilan sampel doping pada PON 2024 dan kemudian diperoleh hasil analisanya dari Laboratorium Anti-Doping di Bangkok, pada kenyataan seluruh atlet yang terindikasi menggunakan zat terlarang tidak pernah memanfaatkan prosedur pengajuan TUE, yang sebetulnya sangat mudah diperoleh dari website IADO.

Atas dasar itulah, Komite TUE IADO tetap intensif melakukan sosialisasi tentang TUE, dengan tujuan agar pemahaman TUE lebih diperoleh secara lebih mendalam. Beruntungnya, pada kegiatan sosialisasi TUE tanggal 14 April 2026 tersebut suasana interaksinya lebih dinamis, karena pada umumnya para dokter yang menjadi peserta pada umumnya sudah memiliki latar belakang pengetahuan tentang anti-doping yang cukup baik, sehingga tujuan kegiatan diharapkan dapat dicapai semaksimal mungkin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top