Sosialisasi Anti-Doping dan Whereabouts untuk Atlet Pencak Silat Menuju SEA Games 2025


Antusias para atlet Pencak Silat dalam pendalaman materi anti-doping dan whereabouts. Sumber: IADO.

Jakarta, 25 Agustus 2025

IADO bersama PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) pada tanggal 25 Agustus 2025 telsh melaksanakan sosialisasi anti-doping dan pengisian whereabouts untuk para atlet pencak silat yang sedang menjalani pelatnas. Kegiatan ini berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan IADO dalam memberikan pemahaman kepada para atlet mengenai pentingnya pengisian whereabouts melalui aplikasi Athlete Central. Hal ini sangat krusial, khususnya bagi para atlet yang masuk dalam Registered Testing Pool (RTP) dan Testing Pool (TP), yang kerap masih mengalami kendala dalam memahami fungsi, tujuan, serta tata cara pengisian aplikasi tersebut.

Kegiatan itu dihadiri oleh 15 atlet, 6 pelatih, dan 1 dokter. Sosialisasi menjadi semakin penting sebagai persiapan tim pencak silat menuju SEA Games XXXIII Thailand di akhir tahun 2025, Pre-SEA Games Oktober mendatang, serta berbagai kejuaraan internasional lainnya. IADO menekankan bahwa pengisian whereabouts berfungsi untuk mempermudah proses pengambilan sampel Out-of-Competition Testing (OOCT) tanpa pemberitahuan sebelumnya. Apabila atlet gagal mengisi (filling failure) atau tidak ditemukan sesuai alamat yang dicantumkan (missed test), maka atlet akan memperoleh satu poin kegagalan. Kombinasi tiga kali kegagalan whereabouts akan berujung pada sanksi minimal satu tahun larangan bertanding, sesuai dengan regulasi yang tercantum dalam WADA Code.

Rangkaian sosialisasi dimulai dengan pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi anti-doping oleh Rifaldi dan Tiffani Iasa Putri, dua staff Direktorat Testing IADO, kemudian ditutup dengan post-test serta pendampingan aktivasi akun ADAMS dan pengisian whereabouts bersama. Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan, diskusi, serta antusiasme tinggi dari para atlet dan jajaran pelatih. Pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang cukup patuh dalam pengisian whereabouts. IADO berharap melalui kegiatan ini, para atlet dapat semakin memahami regulasi anti-doping, serta lebih konsisten memperbaharui lokasi keberadaan di Athlete Central setiap kuartal maupun saat berpindah tempat, sehingga terhindar dari potensi pelanggaran anti-doping.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top