Penanda-Tanganan Pakta Integritas Komite TUE IADO

Penanda-tanganan pakta integritas Komite TUE. Sumber: IADO.

Jakarta, 14 April 2026

Sebagai bagian dari komitnen IADO untuk sepenuhnya mematuhi World Anti-Doping Code, pada tanggal 14 April 2026 telah berlangsung penanda-tanganan Pakta Integritas untuk Komite TUE IADO di kantor IADO secara langsung usai acara sosialisasi TUE. Penanda-tanganan dokumen tersebut bukan yang pertama kalinya, karena sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2022 dengan personil Komite IADO yang hampir sama. Para penanda-tangan dokumen ini adalah dr. Arie Sutopo, Sp.KO (Ketua Komite TUE IADO), dr. Astri Indah Prameswari, Sp.PKR, FISR (anggota Komite TUE IADO) dan dr. Mayorita Ponggawa, Sp.PD (anggota Komite TUE IADO). Dalam formasi ini telah terjadi pergantian personil, karena sebelumnya hingga tahun 2024 masih ada dr. Sophia Benedicta Hage, SpKO, dan sejak tahun 2025 telah diganti oleh dr. Astri Indah Prameswari, Sp.PKR, FISR.

Bagi pada umumnya suatu NADO, penanda-tanganan Pakta Integritas tersebut penting (juga untuk personil IADO lain-lainnya), dengan tujuan untuk menghindari adanya konflik kepentingan saat bertugas dan juga memastikan bahwa mereka bertugas secara mandiri tanpa campur-tangan pihak manapun (termasuk tidak boleh adanya campur tangan dari Ketua Umum IADO). Selain itu, mereka dalam bertugas juga dapat memisahkan posisinya dalam relasinya dengan keberadaan seorang atlet yang permohonan TUE nya sedang dipelajari oleh Komite TUE. Dengan kata lain, hasil kerja Komite TUE dapat dipertanggung-jawabkan, kredibel, mandiri dan tidak mewakili kepentingan siapapun. Karena jika pelanggaran ini terjadi, urusannya bisa panjang hingga berpotensi dapat mengundang WADA untuk memberikan tegoran pada suatu NADO.

Sejauh ini tidak pernah ada keluhan dari para pemangku kepentingan olahraga nasional Indonesia terhadap kinerja Komite TUE dan mereka mengakui kredibilitasnya berdasarkan tingkat kompetensi para personilnya. Hanya saja memang diakui, bahwa kini aturan TUE lebih ketat dan sangat dinamis, sehingga tidak ada pilihan lain bagi Komite TUE IADO untuk harus selalu meng up date kemanpuannya. Jadi sangat disayangkan jika Cabor belum sepenuhnya menyadari betapa pentingnya TUE ini meskipun IADO sudah memberikan kesempatan terbuka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top