Etika Clean Sport bagi Atlet Muda Sulawesi Tengah

Edukasi anti-doping secara virtual untuk para atlet muda di Sulawesi Tengah. Sumber: IADO.

Palu, 20 April 2026

IADO telah menyelenggarakan Webinar Edukasi Anti-Doping bertema “Membangun Atlet Muda Berintegritas: Edukasi Anti-Doping untuk Mewujudkan Clean Sport di Sulawesi Tengah”, dengan menghadirkan narasumber presenter edukasi (PRESI) Marhadi, S.Si., M.Pd dan Natalia Desy Putriningtyas, S.Gz., M.Gizi., Dietisien pada tanggal 20 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh atlet muda SMAN Olahraga Tadulako Sulawesi Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran atlet muda Sulawesi Tengah mengenai bahaya doping serta pentingnya menjunjung tinggi nilai clean sport. Tujuan edukasi anti-doping ini juga diharapkan menjadi pengalaman pertama seorang atlet sebelum dilakukan kontrol doping atau pengambilan sampel.

Dalam webinar ini, narasumber menjelaskan mengenai edukasi anti-doping, termasuk 11 Pelanggaran Aturan Anti-Doping (ADRVs), prinsip tanggung jawab mutlak, cara menggunakan Daftar Terlarang (Prohibited list), prosedur untuk mengajukan dan mendapatkan Terapeutic Used Exemption (TUE), Anti-Doping Education Learning (ADEL)dan yang tak kalah penting – tentang proses pengendalian doping. Tidak ketinggalan narasumber juga menjelaskan mengenai peran athlete support personnel (ASP) yang turut mempengaruhi performa dan prestasi seorang atlet serta berbagai pelanggaran dan konsekuensi dari doping.Pelanggaran mengenai doping dapat memberikan konsekuensi negatif baik bagi atlet atau ASP. Pemahaman seorang atlet sedari dini mengenai anti-doping menjadi salah satu solusi strategis dalam mendukung performa atlet tanpa melanggar aturan.

Kepala Bidang PK-PLK dan Inovasi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Bapak Muhammad Warsita, S/Pd., MM menyampaikan bahwa kegiatan inidiharapkan menjadi langkah awal bagi atlet Sulawesi Tengah sehingga tidak lagi ditemukan atlet Sulawesi Tengah yang terindikasi doping ketika diadakannya kompetisi nasional bahkan internasional. “Kami berharap jangan lagi ditemukan adanya pelanggaran doping pada atlet kebanggaan Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Diskusi dan tanya jawab ini juga memberikan penegasan mengenai penggunaan supplement di kalangan atlet. Pentingnya penerapan gizi seimbang bagi tata kelola atlet termasuk perlunya kehati-hatian terhadap segala sesuatu yang masuk kedalam tubuh seorang atlet. Hal ini menjadi materiyang digarisbawahi oleh para narasumber. Direktur Edukasi IADO Natashya Marcellina, S.Pd., MA juga mengingatkan pentingnya melakukan komunikasi diantara atlet dan ASP serta jangan bosan untuk senantiasa mengecek prohibited list. Pertanyaan ditutup dengan keresahan Kepala Sekolah SMANOR Tadulako Palu Muhammad Jufri, S.Pd., M.Pd mengenai ketiadaan dokter olahraga di Sulawesi Tengah namun sudah memiliki ahli gizi. Keresahan ini langsung dijawab oleh narasumber bahwa penting untuk melibatkan ahli gizi dalam melakukan perhitungan kebutuhan gizi seorang atlet serta menerapkan baik terkait jumlah dan kualitas dari makanan. Antusiasme peserta dan semua pihak yang mendukung keberhasilan para atlet menunjukkan tingginya kepedulian terhadap isu etika dan kesehatan dalam dunia olahraga.

Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan para atlet muda dan ASP senantiasa menerapkan olahraga bersih sehingga kesehatan dan prestasi atlet Indonesia semakin berkibar dan akan ditemukan atlet Sulawesi Tengah yang mewakili Indonesia di kancah internasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top