
Jakarta, 8 Mei 2026
Pada tanggal 7 Mei 2026, IADO telah menyampaikan laporan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir terkait dengan adanya kabar gembira dan apreasiasi dari OCA (Olympic Council of Asia) yang pada tanggal 5 Mei 2026 telah berkirim surat dan mengundang Direktur Edukasi IADO Natashya Marcellina Ardiany untuk turut membantu melakukan edukasi anti-doping (dengan status sebagai CSA – Clean Sport Ambassador) dalam penyelenggaraan Asian Games 2026 di Nagoya pada tanggal 19 September s/d. 4 Oktober 2026, dengan sepenuhnya ditanggung oleh OCA baik untuk tiket penerbangan, akomodasi maupun uang saku.
Dengan adanya undangan kesempatan bagi personil IADO untuk bertugas di event olahraga internasional tersebut berarti kini makin bertambah personil dan unit kerja kelembagaan IADO yang memperoleh kepercayaan internasional dari WADA, dengan data aktual sebagai berikut:
- 2 DCO (Doping Control Officer) IADO telah diundang Panitia Penyelenggara SEA Games 2021 di Hanoi untuk bertugas dalam SEA Games 2021 yang berlangsung pada tanggal 12 s/d. 23 Mei 2022 di Hanoi.
- 2 DCO IADO telah diundang Panitia Penyelenggara SEA Games 2023 di Pnom Penh untuk bertugas dalam SEA Games 2023 yang berlangsung pada tanggal 5 s/d. 17 Mei 2023 di Pnom Penh.
- Natasya Marcellina Ardiany telah diundang SEARADO sebagai salah satu nara sumber pada kegiatan WADA Asia-Oceania Anti-Doping Education Symposium 2023 dengan tema “International Standard for Education (ISE) in Action: Implementing Theory into Practice with a Purpose” yang diadakan pada tanggal 26 dan 27 Juli 2023 di Singapura.
- IADO pada tanggal 13 Maret 2024 mendapatkan apresiasi dari Direktur Intelijen dan Investigasi WADA Mr. Günter Younger di sela-sela kegiatan 2024 WADA Annual Symposium di Lausanne – Swiss. Apresiasi tersebut diberikan atas pertimbangan, karena keberadaan Direktorat Intelijen dan Investigasi IADO adalah yang pertama di Asia Tenggara dan telah cukup banyak berkontribusi dalam membantu pengungkapan masalah doping di Indonesia.
- IADO pada tanggal 2 September 2024 mendapatkan apresiasi dari kantor WADA di Tokyo dan SEARADO, karena pada tanggal 31 Agustus 2024 telah berhasil menyelesaikan pembentukan PRESI (Presenter Edukasi) yang beranggotakan 12 personil yang terpilih dari 282 calon peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti proses seleksi untuk dipilih menjadi PRESI. Keberadaan PRESI IADO tersebut merupakan yang pertama di Asia Tenggara dimana perencanaan pembentukannya langsung disupervisi oleh WADA.
- Gatot S. Dewa Broto (Ketua Umum IADO) telah dipilih secara aklamasi sebagai Ketua SEARADO periode 2025 s/d. 2029 dalam SEARADO Meeting pada tanggal 25 April 2025 yang diadakan di Bangkok, yang menggantikan dr. Patrick Goch dari Singapore.
- WADA untuk yang pertama kalinya memberikan kesempatan kepada IADO untuk menjadi tempat penyelenggaraan GLDF (Global Learning and Development Framework) Asia – Oceania TUE Training di Jakarta pada tanggal 8 s/d. 10 Juli 2025 di Jakarta. Kegiatan tersebut sepenuhnya ditanggung dananya oleh WADA dan diikuti oleh 15 peserta dari 15 negara se Asia – Oceania (dari Indonesia hanya diizinkan mengirimkan 2 personil) dan 3 instruktur dari kantor pusat WADA, AS dan Mexico. Kegiatan WADA tersebut adalah yang pertama kalinya diadakan di Indonesia sejak adanya Lembaga Anti-Doping Indonesia dan juga pertama kalinya di Asia Tenggara.
- Giri Prayogo (Staf Direktorat Testing IADO) telah diundang JADA (Japan Anti-Doping Agency) untuk bertugas sebagai salah satu DCO pada penyelenggaraan Deaflympics (multi-event olahraga internasional bagi para atlet penyandang disabilitas rungu) yang diselenggarakan oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) pada tanggal 21 s/d. 25 November 2025 di Tokyo. Kompetisi tersebut merupakan salah satu ajang olahraga internasional tertua di dunia setelah Olimpiade dan Paralimpiade. Penugasan tersebut dilakukan setelah DCO dari IADO tersebut memperoleh On-Site DCO Training bersama masing-masing 1 DCO dari Brunei Darussalam, Irak dan Turkmenistan untuk bergabung dengan sekitar 50 DCO dari JADA. Lebih lanjut, Giri Prayogo juga akan ditugaskan oleh OCA atau mungkin APC (Asian Paralympic Committee) untuk bertugas sebagai salah satu DCO dalam penyelenggaraan Asian Games 2026 atau mungkin dalam Asian Para Games 2026 yang akan diadakan di Nagoya – Jepang.
- Rifaldi (Staf Direktorat Testing IADO) telah diundang oleh CHINADA (China Anti-Doping Agency) dan Panitia Penyelenggara Asian Beach Games 2026 untuk bertugas sebagai salah satu DCO (bersama 3 DCO dari Thailand, Jordania dan Kyrgistan untuk bergabung dengan 69 DCO dari CHINADA. Penugasan tersebut berlangsung pada tanggal 22 s/d. 30 April 2026 di Sanya – Cina.
- IADO pada tanggal 6 dan 7 Mei 2026 telah mengadakan kegiatan Re-Akreditasi untuk seluruh DCO dan BCO (Blood Collection Officer) yang dimiliki IADO. Kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Testing IADO tersebut diadakan di Jakarta dan diikuti oleh 42 peserta SCP (Sample Collection Personnel) IADO. Kegiatan re-akreditasi tersebut bukan yang pertama kali diadakan, karena sebelumnya telah berlangsung pada tanggal 16 Mei 2022 di Jakarta (dengan instruktur dan assessor dari SEARADO) dan kemudian tanggal 27 dan 28 Oktober 2024 di Jakarta (masih dengan instruktur dan assessor dari SEARADO). Namun demikian, untuk re-akreditasi tahun 2026 ini tidak wajib menghadirkan tenaga instruktur dan assessor asing dari SEARADO, karena tenaga DCO senior IADO sudah diakui kompetensinya secara standar internasional.
Meskipun dalam dua tahun terakhir ini anggaran serba sangat terbatas, namun IADO sudah berkomitmen untuk tetap meningkatkan kineria sebaik mungkin dengan jumlah SDM yang juga makin terbatas, karena itu merupakan bagian strategi IADO untuk turut membantu menghindarkan Indonesia dari kemungkinan terkena sanksi dari WADA.
Jakarta, 8 Mei 2026.
Ketua Umum
Gatot S. Dewa Broto