
Jakarta, 9 September 2025
Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) bekerja sama dengan Indonesia Anti-Doping Organization (IADO)pada tanggal 9 September 2025 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi anti-doping sekaligus edukasi mengenai aktivasi dan pengisian whereabouts bagi para atlet Esports. Acara ini merupakan tindak lanjut dari surat undangan resmi PBESI dalam rangka persiapan menuju SEA Games 2025 mendatang.
Sosialisasi yang berlangsung di Ruang Rapat Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh 24 atlet, serta didampingi oleh seorang dokter, pelatih, fisioterapis, dan tenaga pendukung lainnya. Dalam sambutannya, PBESI menegaskan bahwa seluruh atlet yang berada di pelatnas wajib memiliki akun ADAMS dan secara konsisten mengisi whereabouts. Para pelatih dan pendamping juga diharapkan memahami ketentuan dan persyaratan terkait anti-doping sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pre-test, dilanjutkan dengan materi anti-doping yang disampaikan oleh Sdr. Rifaldi dari Direktorat Testing IADO. Materi meliputi pengenalan umum (overview), Daftar Zat Terlarang (Prohibited List), TUE (Therapeutic Use Exemption), serta praktik aktivasi akun ADAMS dan pengisian whereabouts.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif. Atlet semakin menyadari pentingnya pemahaman anti-doping dalam menghadapi event besar internasional. Selain itu, atlet juga diwajibkan untuk menyelesaikan e-learning pada platform WADA “ADEL”, di mana setelah menyelesaikan course, atlet akan memperoleh sertifikat yang menjadi salah satu syarat menuju SEA Games 2025.
PBESI dan IADO berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepatuhan atlet terhadap regulasi anti-doping serta menjauhi 11 bentuk pelanggaran yang telah ditetapkan. Kegiatan diakhiri dengan post-test dan sesi diskusi, yang semakin memperkuat kesadaran atlet akan pentingnya integritas dan sportivitas dalam berkompetisi.