
Surakarta, 1 Juni 2026
Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) berpartisipasi sebagai salah satu nara sumber dalam Academic Physiotherapy Conference (APC) 2026, yang diadakan pada tanggal 1 Juni 2026 oleh Departemen Fisioterapi Olahraga Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan itu menjadi wadah bagi akademisi, mahasiswa, dan praktisi fisioterapi untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam bidang fisioterapi olahraga, termasuk pemahaman mengenai regulasi anti-doping.
Pada sesi penutupan konferensi, IADO menyampaikan materi bertajuk “Anti-Doping Regulations for Sport Physiotherapy”. Sesi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran fisioterapis olahraga sebagai bagian dari Athlete Support Personnel (ASP) yang memiliki tanggung jawab dalam mendukung terciptanya olahraga yang bersih, adil, dan bebas doping. Sebagai tenaga pendukung atlet, fisioterapis olahraga berperan dalam memberikan layanan profesional yang sejalan dengan prinsip clean sport serta membantu mengurangi risiko pelanggaran anti-doping yang tidak disengaja.
Beberapa topik yang dibahas meliputi peran dan tanggung jawab ASP dalam sistem anti-doping, Anti-Doping Rule Violations (ADRVs), Prohibited List, Therapeutic Use Exemptions (TUEs), serta tanggung jawab fisioterapis olahraga dalam mendukung atlet untuk membuat keputusan yang tepat terkait penggunaan obat, suplemen, dan metode terapi. Selain itu, peserta diajak untuk memahami bagaimana nilai-nilai Spirit of Sport dapat diterapkan dalam praktik profesional sehari-hari.
Melalui sesi ini, diharapkan para fisioterapis olahraga semakin memahami peran strategis mereka dalam melindungi kesehatan atlet, menjaga integritas olahraga, dan berkontribusi aktif dalam membangun budaya clean sport di Indonesia. Kolaborasi antara IADO dan institusi pendidikan tinggi menjadi langkah penting dalam memperluas edukasi anti-doping kepada para calon dan praktisi tenaga pendukung atlet.