
Beijing, 3 Juni 2026
Sehari setelah berlangsungnya “2026 Asia/Oceania Intergovernmental Ministerial Meeting,” di tempat gedung yang sama di Beijing telah berlangsung pula “WADA 2026 Regional Symposium for Asia and Oceania” pada tanggal 2 dan 3 Juni 2026. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden WADA Mr. Withold Banka yang juga dengan didampingi Mr. Tong Lixin selaku Wakil Menteri Bidang Administrasi Olahraga Cina. Ini merupakan kegiatan simposium WADA yang pertama dilakukan berbasis kawasan regional baik kawasan Eropa, Amerika, dan Afrika, karena biasanya terpusat diadakan tiap tahun di Lausanne – Swiss. Dalam simposium di Beijing tersebut, Indonesia juga diwakili kehadirannya oleh Ketua Umum IADO.
Beberapa hal penting yang disepakati dalam simposium yang dihadiri oleh para pimpinan NADO, Regional Anti-Doping Organization, NOC, NPC dan sejumlah mitra kerja WADA tersebut pada dasarnya berfokus pada harmonisasi sistem anti-doping global, berbagi praktik investigasi berbasis intelijen, dan memastikan kepatuhan regional terhadap Kode Anti-Doping Dunia 2027 yang akan datang. Adapun hasil dan kesimpulan utamanya: Kesiapan Kode 2027: perlunya menyelaraskan operasi anti-doping nasional, pengujian, dan pengecualian terapeutik (TUE) dengan Kode Anti-Doping Dunia 2027 yang diperbarui; Pendidikan Wajib: Dewan Olimpiade Asia (OCA) menegaskan kembali bahwa pendidikan pra-Olimpiade sekarang menjadi syarat wajib bagi partisipasi atlet dalam acara-acara besar yang akan datang; Peningkatan Intelijen & Investigasi: Para delegasi simposium meninjau keberhasilan jaringan data anti-doping global dan gangguan rantai pasokan berbasis intelijen untuk melindungi olahraga bersih; dan Representasi Atlet: Sesi diakhiri dengan kerangka kerja untuk memperkuat representasi atlet yang bermakna dalam tata kelola struktur anti-doping secara global.