IADO Melakukan Pengawasan Doping Pada Ajang Polytron Indonesia Open 2026

Kemewahan event badminton. Sumber: IADO.

Jakarta, 7 Juni 2026

IADO kembali mendapat kepercayaan untuk melaksanakan pengawasan doping pada ajang bulutangkis bergengsi Polytron Indonesia Open 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 1000. Turnamen yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta tanggal pada tanggal 2 s/d. 7 Juni 2026 dengan total hadiah uang sebesar USD 145.000.000 diikuti oleh ratusan atlet elite dunia yang bersaing memperebutkan gelar juara pada salah satu turnamen paling prestisius di kalender bulutangkis internasional. Sebagai Sample Collection Authority (SCA), IADO menugaskan sejumlah Sampel Collection Personel (SCP) yang bertanggung jawab mengawasi proses pengumpulan sampel doping selama kompetisi berlangsung. Seluruh kegiatan pengambilan sampel dilakukan oleh IADO sebagai Sample Collection Personnel (SCP) dan Mission Order yang diterbitkan oleh Badminton World Federation (BWF) selaku Testing Authority (TA).

Dalam rangka menjaga integritas dan kredibilitas kompetisi, IADO mengacu pada International Standard for Testing and Investigations (ISTI) yang ditetapkan oleh World Anti-Doping Agency (WADA), serta regulasi Badminton World Federation (BWF) yang mengatur hak dan kewajiban atlet. Seluruh proses pengambilan sampel dilakukan secara profesional, independen, dan sesuai standar internasional, dengan tetap menjamin kerahasiaan serta integritas setiap sampel yang diperiksa. Keterlibatan IADO dalam salah satu turnamen bulutangkis paling prestisius di dunia ini mencerminkan komitmen kuat organisasi dalam mendukung terciptanya kompetisi yang bersih, adil, dan bebas dari praktik doping. Pengawasan yang dilakukan tidak hanya bertujuan melindungi para atlet yang berkompetisi secara jujur, tetapi juga memastikan bahwa setiap hasil pertandingan mencerminkan kemampuan dan kerja keras para peserta.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top