
Jakarta, 27 Agustus 2026
IADO melalui Direktorat Edukasi menyelenggarakan Webinar Edukasi Anti-Doping dalam rangka Persiapan Asian Games Ke-20 Aichi-Nagoya 2026 pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom pada pukul 13.00–15.00 WIB tersebut diikuti oleh 97 peserta yang terdiri atas atlet, pelatih, tim medis, Official, CdM Team, dan NOC Indonesia Team. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Direktorat Edukasi IADO dalam memperkuat pemahaman dan kesadaran seluruh unsur kontingen Indonesia terhadap regulasi anti-doping menjelang pelaksanaan Asian Games 2026.
Webinar dibuka oleh Ketua Umum IADO Gatot S. Dewa Broto, dan menghadirkan dua Presenter Edukasi IADO, yaitu Rizki Hazazi Ali, S.Si., M.Pd. dan dr. Merryana Seputri, Sp.KO. Materi disampaikan melalui metode ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Pembahasan mencakup enam topik utama, yaitu Anti-Doping Rule Violations (ADRV), Konsekuensi Doping, Strict Liability, Prohibited List, Therapeutic Use Exemption (TUE), dan Doping Control Process. Melalui penyampaian materi dan diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif mengenai pencegahan pelanggaran anti-doping, penggunaan obat dan suplemen secara aman, serta hak dan kewajiban atlet dalam proses pengawasan doping.
Berdasarkan borang evaluasi yang diisi oleh 64 peserta, kegiatan mendapatkan respons yang sangat positif. Sebanyak 55 responden memberikan nilai kepuasan tertinggi (5) dan 9 responden memberikan nilai 4. Selain itu, 44 responden menyatakan kegiatan telah sesuai dengan ekspektasi, sedangkan 20 responden menyatakan kegiatan bahkan melampaui ekspektasi. Peserta menilai webinar bermanfaat dalam menambah wawasan mengenai ADRV, Prohibited List, TUE, prosedur pengambilan sampel, prinsip Strict Liability, serta konsekuensi penggunaan doping. Hal yang paling banyak ditekankan peserta adalah pentingnya tidak mengonsumsi obat atau suplemen secara sembarangan, memeriksa kandungan obat sebelum digunakan, mengikuti pembaruan daftar zat terlarang, serta berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis. Sejumlah peserta juga memberikan masukan agar edukasi anti-doping dilaksanakan secara berkala dan menjangkau tidak hanya atlet dan tim pendukung, tetapi juga orang tua atlet.
Pelaksanaan webinar ini menjadi bagian penting dari upaya IADO dalam membangun pemahaman dan budaya anti-doping di lingkungan olahraga Indonesia. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesiapan atlet dan seluruh tim pendukung dalam menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus mendorong terwujudnya prestasi olahraga yang diraih secara bersih, sehat, sportif, dan berintegritas. Melalui penguatan edukasi dan kepatuhan terhadap regulasi anti-doping, IADO bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga Indonesia berkomitmen mendukung terwujudnya kontingen Indonesia yang berprestasi tanpa doping.